Batu Alami Chrysocolla atau “Batu Bacan”

Chrysocolla merupakan batu alam yang menarik dengan warna biru hijau yang kaya akan material tembag, yang pada awalnya banyak dipakai untuk merekatkan emas.

Di Indonesia terdapat juga Chrysocolla in Chalcedony dengan struktur kristal yang lebih banyak, disebut dengan nama “Batu Bacan” karena banyak bersumber dari Pulau Bacan di kepulauan Maluku.

Batu Bacan telah mendapatkan harga pasaran tinggi pada perdagangan batu mulia di Indonesia terutama pada satu dasawarsa terakhir yang harganya melonjak 50 kali lipat sejak 10 tahun terakhir.

Batu Bacan sendiri memiliki nama Chrysocolla Quartz atau Chrysocolla Chalcedony. Dinamakan demikian, karena komposisi batu Bacan didominasi mineral Kuarsa atau Kalsedon dengan kontaminasi mineral Krisokola.

Banyak orang juga menyebut Batu Bacan sebagai Turquoise atau Pirus terutama Pirus Serat Tembaga. Pasalnya, warna mirip sekali dengan Batu Pirus padahal sama sekali bukan batu pirus karena tidak adanya kandungan fosfat pada batu chrysocolla ini.

Batu Bacan sendiri memiliki unsur dominan Silika dan Tembaga. Hal inilah yang membuatnya dinamai Chrysocolla Quartz atau Chrysocolla Chalcedony.

Batu CHRYSSOCOLA dapat mengalami proses metamorfosa yaitu berubah warna dan juga serat batunya, karena oksidasi pada perubahan temperatur suhu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s